Sebelah mananya yang normal?
Sudah berulang kali cintaku kandas..
Yang paling jauh hanyalah saling bertukar barang untuk dikenang,setelah itu benar-benar jadi kenangan.
Kata siapa ini normal?
Berulang kali mencoba diet dengan berbagai macam obat tradisional,susu dan sebagainya..
Awalnya berjalan dengan mulus,saking mulusnya sebulan sekali, bisa seminggu nggak masuk sekolah! Lah, kok bisa?
Bisa bingits, katanya itu detox atau apalah..
Alhasil,
Eng...ing...eng....
Tambah Gendut!!
Beratus-ratus ribu menari disekelilingku..
Ah, lagu lama. Itu terjadi 8 tahun yang lalu. Tapi gendutnya terus meningkat sampai 8 tahun kemudian.
Yang benar ini normal?
Berulang kali mengikuti tes Toefl, mulai dari yang gratis sampai yang bayar. Selalu berakhir dengan percuma. Nilai yang aku peroleh selalu mendekati nilai lulus. Ya intinya tetep aja nggak lulus.
Mulai dari asal-asalan ikut sampai benera belajar, hasilnya tetap mepet.
Ini memang normal!
Cinta itu selalu normal, dilihat dari sebelah manapun cinta,mencintai dan dicintai itu memang normal.
Putus ataupun cinta tak terbalas adalah bentuk dari hasil cinta itu sendiri. Seperti kata pepatah, semua orang berhak menentukan siapa yang akan dia pilih sebagai tambatan hati.
Kalaupun ada yang tidak normal, ya itu orangnya. Nggak mau menerima kenyataan. Itu sudah takdir.
"Tapi kan takdir orang bisa berubah?"
Ember banget, ya udahlah anggap aja dia bukan terbaik untuk kita. Masih banyak kok cowok di dunia ini. Beneran, ciyuuss....
Jelas aku gendut, faktor genetik mamen. Dulu kemauanku untuk kurus disebabkan oleh ejekan dari temen-temen. Tapi kalau sekarang, bodo amat. Cuma yang sekarang dijalanin adalah berbagai treatment untuk hidup sehat. Olahraga teratut dan "sedikit" mengurangi porsi makan.
Aku nggak bodoh!
Buktinya aku tahu 1+1=2
Bapak itu perwakilan dari pria yang biasanya menjadi kepala rumah tangga
Ibu adalah perwakilan dari wanita yang mengandung kita.
Nilai bahasa inggrisku A, dan conversationku level 4 (sombong dikit :p)
Pernah ketika hasil tes keluar dan aku dinyatakan tidak lulus aku menangis. Untuk pertama kalinya hal tersebut terasa sakit. Padahal ini sudah berulang kali dan aku terbiasa.
Ini takdir?
Iya ini takdir. Tapi takdir ini akan segera berakhir.
Aku putus asa? Tentu saja! Ini sangat sulit diterima.
Lalu apa yang aku lakukan?
Jawabannya hanya satu, terus mencoba.
Sampai kapan?
Ya sampai aku lulus Toefl lah!
Itu kapan?
Saat Tuhan memberikanku waktu yang sangat normal untuk berkata kepada semua orang "doa ibuku juga didengar"
Lalu apa yang sekarang sangat normal untukmu?
Belajar soal-soal Toefl samapai mencret (ini sungguh ciyus), nonton sinetron sembari menentukan langkah mengerjakan Tugas akhir, ngepo artis pujaan, marah-marah sama kipas yang baling-balingnya nggak mau muter, nonton film tang bikin mewek dan nylis blog biar nggak bosen.
It's normally life, guys....
Dari semua hal yang harus aku anggap normal, pada akhirnya semya kerja keras itu akan berbuah. Hanya saja waktu yang dicapai mungkin meleset dari apa yang kita bayangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar