Panas,
Hari panas dengan cuaca panas. Berasa pengen bawa kulkas kemana-mana.
Media sosial yang biasanya bisa buat tempat ngadem malah bikin hati jadi panas.
Panas banget ngeliat orang lain nenteng piala yang aku inginkan. Ditambah lagi si penenteng piala adalah kaum adam yang pernah mengisi separuh kekuranganku.
Udah nggak dapet piala, cintapun terabaikan.
Lah, kok bisa?
Bisa bingits, namanya juga pernah mencintainya (agak lebay).
Nyesel?
Iya, nyesel nggak bisa bawa pulang itu piala.
Gara-gara itu jadi menyalahkan media sosial sebagai sebuah tempat yang kalo diibaratkan manusia itu dia tu ember bocor banget. Yang tadinya nggak tahu jadi harus tahu.
Manis,
Keingunan beberapa hari belakangan ini untuk makan mi ayam tercapai juga. Rasanya manis, perutpun kenyang. Setelah selesai makan, akhirnya pikiran tenang dan kembali positif.
Mungkin Tuhan itu adil, walaupun dia yang udah bikin aku patah hati sekarang dapet apa yang aku inginkan. Ditambah lagi ujian toeflku yang tidak kunjung lulusini sedikit membuatku sedih.
Namun selalu ada yang manis diakhir cerita. Hanya saja mungkin bukan sekarang.
Yang manis untuk sekarang cukup kuah mi ayam saja. Selebihnya akan dibayarkan terakhir ketika aku sudah bisa menyelesaikan targetku yang tertunda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar