Jumat, 04 Juli 2014

Shinta Bicara

Aku masih ingin merasakan lembutnya belaian angin senja ini. Di sebuah ruangan yang selalu ku anggap hampa, namun pada kenyataannya teramat nyaman.
Sehelai bulu mataku jatuh terbawa belaian angin. Menari-nari begitu eloknya hingga berhenti tak berdaya di telapak tanganku. Warnanya yang hitam legam, kontras dengan warna pucat kedua telapak tanganku. Terlihat rapuh dan nampak kesepian.
Sama dengan hatiku. Tak terhitung berapa kali aku menunggu, berapa kali aku bersimpuh. Kenyataannya tak ada yang berubah. Dunia fana ini membuatku tak sabar. Untuk mengukir cinta yang tak pernah kutemukan.
Aku begitu kesepian, Tuhan.
Peluh ditubuhku tak bisa mengganti setetes air mata yang mengalir membasahi pipiku.
Dia begitu baik.
Dia begitu lembut.
Tapi dia, begitu sukar kugapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar