Kamis, 21 Januari 2016

Ah! Blog Lamaku..

Hampir setahun lebih sudah ku otak-atik email lama untuk membuka blogku yang lain. Sudah tanya sana-sini tapi tetap nggak ada hasilnya. Intinya ya harus buat baru. Permaslahan berawal dari akhir tahun 2014 dimana aku sedang asik-asiknya menggunakan smartphone baru. Iseng-iseng aku coba buat blog baru yang isinya curhatan-curhatan dan kata-kata puitis ala anak-anak abg gitu. Alhasil, aku lupa dengan blog lamaku. Yang membuat lebih sedih karena di blog lama terdapat karya-karyaku dan muridku yang nggak sempat aku simpan di komputerku.
Awalnya bingung kenapa email lama sudah nggak mau tersambung lagi dengan blogku. Padahal tidak sekalipun aku otak-atik alamat emailnya. Dan ternyataaaaaa, memang blog sepertinya sudah tidak support dengan emailku yang lama. Akhirnya aku putuskan untuk tetap menggunakan blog ini saja untuk meneruskan corat-coretku. Walaupun sedikit malu karena postingan yang lama kata-kataku banyak yang dilebih-lebihkan. Tapi aku rasa dari pada harus membuat blog baru lagi, sepertinya tetap mempertahankan blog ini jauh lebih baik. Aku bisa melihat seberapa pesat kemajuan tulisanku yang sebenarnya amburadul banget. he..he..

Jadi, aku sudah siap untuk mulai menulis lagi..


oh iya, bagi siapapun yang punya masalah sama denganku dan bisa memperbaikinya. Tolong beritahu aku. Terimakasih
ini blogku yang lama http://shinta-desain.blogspot.co.id/

Sabtu, 23 Mei 2015

Selamat Jalan

5 tahun yang lalu,
Ketika busana putih abu-abu tergantikan dengan pakaian warna-warni.
Seorang wanita berambut panjang duduk tepat didepanku.
Kami sama-sama mengantri untuk mendaftar kuliah.
Dia hanya diam dan fokus pada berkas-berkas yang dibawanya.
Bahasa tubuhnya menandakan tak ingin diganggu.
Ketika perkuliahan dimulai, tak kuduga kami berada di kelas yang sama.
Sekitar empat tahun bersama, dia tetap seperti saat pertama kali bertemu.
Tidak banyak bicara.

Lalu hari ini tepat tanggal 23 Mei 2015 kabar mengejutkan datang. Wanita itu tiada.
Meninggalkan sejuta tanya yang mendalam.

Yudith Nikita Gusti. Teman sekelasku di bangku kuliah. Wanita berkaca mata, berambut panjang dengan optimis yang tinggi. Wanita pendiam yang tak pernah mengeluh dengan penyakitnya.

Untuk Yudith di surga,
Hai teman pecinta koreaku :)
Seorang teman yang walaupun tidak dekat namun mempunyai kesukaan yang sama. Kurasa aku akan banyak kehilangan informasi mengenai artis-artis korea sekarang.
Baru saja aku melihatmu di media sosial. Kau terlihat cantik mengenakan gaun dan riasan yang tak pernah kulihat sebelumnya. Bibirmu tersenyum tipis walau kelopak matamu tertutup rapat.
Sekarang kamu sudah di surga. Walaupun kita sudah tidak di dunia yang sama, tapi aku yakin kamu akan baik-baik saja di sana. Kamu sudah tidak perlu merasakan sakit lagi sekarang. Tetap tersenyum ya teman pecinta koreaku. Aku akan selalu mengenang saat kita mencari salah satu masakan korea kesukaan kita :)
Selamat jalan teman..
Sekarang kamu sudah di surga. Walaupun kita sudah tidak di dunia yang sama, tapi aku yakin kamu akan baik-baik saja di sana. Kamu sudah tidak perlu merasakan sakit lagi sekarang. Tetap tersenyum ya teman pecinta koreaku. Aku akan selalu mengenang saat kita mencari salah satu masakan korea kesukaan kita :)
Selamat jalan teman..

Kamis, 01 Januari 2015

Aku Harus Berdamai dengan Hatiku!

Sebagaimanapun bencinya aku,ini tak akan pernah selesai jika aku tak bisa mengalah.
Hati dan jiwaku harus selaras. Berjalan beriringan. Semua masalah tidak akan pernah selesai jika hati dan jiwaku tak jadi satu.
Kami memang sedang mengalami musibah. Kamar dibajak oleh Mama yang entah kenapa sudah tiga hari bermalam di tempat paling nyamanku.
Berbagai alasan sudah kubuat. Ancaman-ancaman tak lagi mempan. Tiga hariku serasa berat. Aku tak lagi bisa melihat teriknya matahari. Yah,walaupun ku tahu suasana Jogja sedang mendung.
Duniaku benar-benar terbalik. Tak ada lagi siang,hanya tengah malam yang petang. Tubuhku sangat lelah,ini bukan sifat seorang pemenang.
Tuhan,
Aku tahu pembajakan ini tak akan sebentar. Cukup untuk membuatku jadi setengah setan.
Aku harus berdamai dengan hatiku,mengikhlaskan segalanya demi Tugas Akhirku. Semua tak boleh sia-sia.
Aku ingin berdamai, Tuhan. Damaikan aku dengan hati dan jiwaku. Untuk sebuah pencapaian yang memuaskan. Marilah kita berdamai sore ini....

Minggu, 21 Desember 2014

"Menjawab Keraguan" Lewat Film Pendekar Tongkat Emas




 http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/141716825382525_300x430.jpg 

Saat generasi muda mulai meragukan hasil karya buatan sendiri.
Saat itulah Pendekar Tongkat Emas tegak berdiri untuk negeri.

Minggu, 21 September 2014

hello my old future!

Pria baik hati itu nampak menemukan dunianya. Terlihat jelas dari rangkaian kata yang terbentang dalam media sosialnya yang telah lama tak ku singgahi.
Awal tahun ini ketika aku selesai menyelamati hari lahirnya.  Saat itu pula kuberanikan diri untuk menyimpannya rapat-rapat. Menyelipkan dirinya diantara kenangan cinta masa lalu. Menutupnya erat tanpa memberikan ruang untuk bernapas.
Tepat 45 menit sebelum hari ini mulai berganti. Entah setan apa yang merasukiku. Namun ku ikuti untuk sekedar mengintip keberadaannya. Melihat jejak cintanya yang mungkin tercecer untukku. Akhirnya yang kutemukan adalah rangkaian kata indah penuh dengan pesona pengorbanan seorang lelaki sejati.
Kini pria baik hati itu setingkat lebih dewasa. Dengan mulia menjaga gadis yang dicintainya. Tentu saja gadis yang sama. Seorang gadis kalem yang membuatnya berani menjajikan masa depan yang begitu gemilang.

Hei, pria baik hati!
Tetap jaga hati gadis kalem itu. Jangan membuatnya bersedih dan jangan lagi berdusta. Gadis itu sangat baik. Ya, aku tau dia sangat baik. Aku sangat mengenalnya. Seperti aku mengenalmu dulu.

Senin, 25 Agustus 2014

Aisyah dan Kegundahannya

Masih ingat film Ayat-Ayat Cinta? Kisah romantis yang disuguhkan dengan nuansa religi. Untuk pecinta film, tentu saja nama Aisyah sudah tak asing lagi. Pemeran utama wanita yang di perankan oleh Riyanti C ini, sukses membuat penonton bergelimangan air mata.
Tentu saja hal ini disebabkan karena ketangguhan seorang istri yang mau berbagi suaminya kepada wanita lain.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita sebagai wanita mau menjadi seperti Aisyah?
Bisa dipastikan mayoritas wanita di Indonesia akan berkata "TIDAK". Itu wajar dan alamiah. Jika dipikir kembali, mungkin hanya wanita yang sangat sabar dan berjiwa besar yang berani membiarkan suaminya berpoligami. Lalu, jika ini terjadi kepada kita yang masih belia dan belum berstatuskan suami istri alias masih menjadi pasangan kekasih bagaimana?
Mendengar mantan pacar mempunyai kekasih baru saja kita sudah kalang kabut, apalagi diselingkuhi ketika masih berstatus pacaran. Sungguh luar biasa sakit hatinya.
Baru-baru ini seorang teman, sebut saja Aisyah. Sedang menceritakan keluh kesahnya tentang sang mantan pacar. Mulai dari kronologi mereka berpisah, sampai adanya kecurigaan Aisyah dengan sang pacar sebelum memutuskan untuk berpisah. Padahal Aisyah adalah anak yang baik. Alim dan manis. Hanya ada sedikit cerita lama yang membuatnya terkesan jahat. Tidak perlu diceritakan, itu hanya cerita Abg yang sedang dimabuk kepayang. Sekarang mereka sudah dewasa, sudah sama-sama bisa berpikir.
Hal menarik yang disampaikan Aisyah adalah bagaimana dia masih mencintai pria yang ia pacari sampai 4,5 tahun tersebut hingga detik ini. Padahal pria itu sudah memiliki wanita idaman lain. Walaupun Aisyah mengamini hubungan pria ini, namun hatinya tetap menaruh harapan ketika si pria memberikan sedikit perhatiannya untuk Aisyah.
Jahat bukan? Lalu kenapa pria tersebut bisa melakukannya?
Tentu saja ada alasan dalam masalah ini. Yang tak lain dan tak bukan adalah faktor orang tua. Ibu Aisyah lebih setuju jika putrinya berteman dekat dengan pria yang bermateri. Mungkin maksudnya agar si anak kelak tidak kekurangan sedikitpun. Yah, namanya juga orang tua. Tentu mau yang terbaik untuk anaknya.
Akhirnya sebuah saran kuberikan kepada Aisyah yang berumur satu tahun lebih muda dariku. Sebuah saran yang mungkin bisa mengobati sakit hatinya walau hanya sebentar. Ala-ala motivator di televisi aku berkata,"Aisyah. Kunci dari semua ini adalah PERCAYA. Percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kita. Percaya bahwa hanya lelaki bodoh yang menyianyiakan cinta tulus kita, serta percaya seandainya dia jodoh kita maka Tuhan akan mempertemukannya kembali. Namun kau jangan pernah percaya dengan mulut manisnya yang menelantarkanmu dan cinta tulusmu."
Sambil pamit pulang, kata-kata tersebut membuatku memantapkan hati untuk menghapus dirimu lebih dalam lagi.

Jumat, 18 Juli 2014

Setidaknya, Beri Aku Kabar

Ada banyak hal yang selalu membuatku mencemaskan kita. Ya. Tentang kita.
Kita yang ku kira mempunyai hubungan lebih dari sekedar sahabat.
Kita yang mungkin duduk berdua di sebuah gedung bioskop layaknya pasangan lain.
Atau kita yang seharusnya berada di sebuah taman berhiaskan lampu malam, lalu menengadah ke atas sambil melihat indahnya purnama kala itu. Kau memetik gitarmu dan menyanyikan lagu romantis untuk menggodaku.
Iya. Itu yang dilakukan sepasang kekasih. Tak pernah berubah dari masa ke masa.
Lalu, bagaimana jika semua itu berbanding terbalik? Apakah kita harus mengutuki keadaan yang sudah digariskan ini?
Sepertinya, hanya aku yang akan berpikir begitu. Jangan pernah berpikir aku protektif kepadamu. Ini semua bentuk dari perhatianku untukmu.
Wanita itu memang seperti ini. Bukan takut kau akan di ambil yang lain, hanya takut jika kau lupa. Lupa bagaiman cara merindukanku.