Minggu, 21 Desember 2014

"Menjawab Keraguan" Lewat Film Pendekar Tongkat Emas




 http://www.21cineplex.com/data/gallery/pictures/141716825382525_300x430.jpg 

Saat generasi muda mulai meragukan hasil karya buatan sendiri.
Saat itulah Pendekar Tongkat Emas tegak berdiri untuk negeri.

    Menuju pukul 11.30 WIB. Tepat di salah satu bioskop yang berada di Mall kota Jogja. Saya dan beberapa orang sudah ngantri gasik di depan pintu bioskop yang masih tutup. Pilihan saya jatuh pada film Pendekar Tongkat Emas (PTE) yang pada hari itu memasuki penayangan hari kedua. Film ini sudah saya tunggu dari sebelum traillernya beredar. Karena saya adalah salah satu pengagum setia Nicholas Saputra, maka saya tidak pernah absen dari kabar aktifitas yang ia jalani. Begitupula ketika kabar keikutsertaan Nicholas Saputra dalam film PTE. Berbagai informasi mulai dari sinopsis hingga orang-orang yang berada dibalik layarpun saya dapatkan.
   Duo produser kondang Mira Lesmana dan Riri Riza menggaet Ifa Isfansyah untuk bertanggung jawab menyutradarai film ini. Selain Nicholas Saputra sederet nama aktor dan aktris besar Indonesia turut andil didalamnya. Sebut saja Reza Rahadian. Aktingnya ketika menjadi Habibie dalam film Habibie dan Ainun membuat masyarakat menyebutnya sebagai Habibie muda. Serta dua wanita cantik berkulit eksotik Tara Basro dan Eva Celia yang menampilkan sisi maskulin dari seorang wanita. Ada juga Christine Hakim yang walau sudah tidak muda lagi namun mampu memerankan seorang pendekar dengan kekuatan yang amat besar. Beberapa hal tersebutlah yang pada akhirnya membawa saya untuk menonton film Pendekar Tongkat Emas.
   Berkisah tentang Cempaka (Christine Hakim), Pendekar Tongkat Emas yang mempunyai tugas terakhir untuk memberikan Tongkat Emas kepada salah seorang muridnya. Namun belum sempat ia mewariskan ilmu yang harus dipelajari sebagai pewaris Pendekar Tongkat Emas, ajal lebih dulu menjemputnya. Dua orang muridnya yang tak terima dengan keputusan Cempaka mencari cara untuk merebut tongkat emas tersebut. Tapi sayang, cara yang mereka lakukan teramat licik hingga membohongi dunia persilatan akan kejadian sebenarnya yang membuat Cempaka tewas. Sementara murid yang tersisa harus mencari Pendekar Naga Putih untuk mengajarkan mereka jurus tersebut sebagaimana pesan terakhir yang disampaikan oleh Cempaka. Pertemuan, perpisahan serta kenyataan pahit mengiringi perjalanan sang pewaris Tongkat Emas.
   Film Pendekar Tongkat Emas yang berlatar dunia persilatan ini dapat dikategorikan sebagai action-drama. Jadi seperti melihat drama yang dibalut dengan adegan silat. Jika melihat hal tersebut saya jadi ingat ketika Ifa Isfansya membuat film Sang Penari. Balutan drama yang ia sandingkan dengan era peperangan sebelum Indonesia merdeka terasa berbeda dari film-film perjuangan lainnya. Ada sisi romantis yang ingin beliau tunjukkan kepada para penonton. Begitupula dengan film Pendekar Tongkat Emas. Diakhir cerita penonton akan disuguhkan adegan romantis sekejap mata sebagai bumbu pelengkap film ini. Tak banyak memang, namun bisa membuat penonton mengetahui sendiri inti dari film ini. Menurut saya sebagai salah satu dari sekian banyak film Indonesia yang menunjukkan kebangkitan perfilman laga Indonesia di era globalisasi ini, PTE memang patut diberikan apresisasi yang tinggi. Pemilihan latar tempat sampai karakter nampak dipikirkan secara detail. Dari menonton film ini kita bisa melihat keindahan Sumba yang terasa suci. Desiran ombak, bukit-bukit dengan warna hijau gradasi serta palung-palung dipinggir pantai yang berhiaskan ukiran natural mampu membuat siapa saja yang melihat seakan dibawa menuju dunia khayal mereka. Tim PTE mampu menjawab kecemasan penonton film action buatan anak negeri. Keraguan penonton tentang mutu dan kualitas tiap adegannya terbayar sudah.
   Kawan blogger, secara keseluruhan banyak hal baik yang bisa kita ambil dari film Pendekar Tongkat Emas. Mulai dari tanggung jawab akan sebuah janji, adanya rasa saling percaya hinga tekat serta kerja keras dari seluruh pendekar yang pada akhirnya membuahkan hasil. Memang sayang jika film ini kita lewatkan. 
SELAMAT MENONTON.

Star Rating:

Daftar Pemeraan:
  1. Christine Hakim sebagai Cempaka
  2. Eva Celia sebagai Dara
  3. Nicholas Saputra sebagai Elang
  4. Reza Rahadian sebagai Biru
  5. Tara Basro sebagai Gerhana
  6. Aria Kusumah sebagai Angin






Tidak ada komentar:

Posting Komentar