Sebagaimanapun bencinya aku,ini tak akan pernah selesai jika aku tak bisa mengalah.
Hati dan jiwaku harus selaras. Berjalan beriringan. Semua masalah tidak akan pernah selesai jika hati dan jiwaku tak jadi satu.
Kami memang sedang mengalami musibah. Kamar dibajak oleh Mama yang entah kenapa sudah tiga hari bermalam di tempat paling nyamanku.
Berbagai alasan sudah kubuat. Ancaman-ancaman tak lagi mempan. Tiga hariku serasa berat. Aku tak lagi bisa melihat teriknya matahari. Yah,walaupun ku tahu suasana Jogja sedang mendung.
Duniaku benar-benar terbalik. Tak ada lagi siang,hanya tengah malam yang petang. Tubuhku sangat lelah,ini bukan sifat seorang pemenang.
Tuhan,
Aku tahu pembajakan ini tak akan sebentar. Cukup untuk membuatku jadi setengah setan.
Aku harus berdamai dengan hatiku,mengikhlaskan segalanya demi Tugas Akhirku. Semua tak boleh sia-sia.
Aku ingin berdamai, Tuhan. Damaikan aku dengan hati dan jiwaku. Untuk sebuah pencapaian yang memuaskan. Marilah kita berdamai sore ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar